Senin, 09 Februari 2026

DISTRIK ERAGAYAM DI ANAK TIRIKAN OLEH, PEMERINTAH KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH DARI TAHUN 2013 SAMPAI 2026 INI.

Kami Seluruh Elemen Masyarakat dari Distrik Eragayam, Lima Belas Kampung, menilai bahwa pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah Provinsi Papua Pengunungan.
Terkhusus Kabupaten Mamberamo Tengah telah Gagal dalam hal membangun Jalan.
Jalan umum dan utama antara Distrik Kelila dan Distrik Eragayam, Eragayam ke Kabupaten Jayawijaya.
Akan tetapi keluhan Masyarakat untuk memperbaiki jalan ini, telah disampaikan berulang -ulang kali namun, tidak ada sentuhan hati atau tidak di dengar oleh Pemerintah Daerah Mamberamo Tengah. Dalam hal ini Dinas PU Kab Mamberamo Tengah dan Perwakilan Rakyat DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah dari Dapil II dan III, yang tidak pernah menyampaikan keluhan kami Masyarakat Eragayam dan Kelila.
Darminus Karoba salah satu anak Putra Daerah Asal Distrik Eragayam menambahkan bahwa;
Terkait jalan penghubung antara kedua Distrik Eragayam dan Kelila dan Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pengunungan ini perlu ada perhatian Pemerintah Daerah setempat, karena di jalan utama ini suda pernah memakan Korban, ada seorang bayi meninggal Dunia dan banyak, kendaraan bermuatan bahan bangunan, Mobil Nakes bahkan Guru-guru mengalami kesulitan untuk Masuk Distrik Eragayam.
Di lihat dari kejadian kecelakaan-kecelakaan ini Masyarakat dari kedua Distrik Eragayam dan Kelila, di Pimpin oleh; Kepala-Kepala Suka dan Tokoh-tokoh Pemuda, mengumumkan penguman di Gereja saat warta jemaat lalu kerja Gotong Royong.
Setiap kali terjadi Longsor dan kerusakan jalan ini, mulai dari 2013 hingga 2026 tidak ada perhatian Pemerintah yang serius, oleh sebab itu kami Masyarakat Eragayam merasa di anak tirikan.
Kami meminta kepada pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah untuk tidak main pilih kasih berdasarkan kekeluargaan.
Dan kami Masyarakat Eragayam berharap ada perhatian penuh dari pemerintah kabupaten Mamberamo Tengah dan pemerintah Provinsi Papua Pengunungan tolong membongkar jalan utama ini dalam Tahun 2026 dengan Alat berat.
Karena kami mempunyai Hasil Bumi yang begitu melimpah, Buah Merah, Jeruk, Sayur mayur dan lain-lain yang dapat kami bawah ke kabupaten Jayawijaya guna memenuhi kebutuhan Biaya sekolah anak-anak dan kebutuhan sehari-hari kami.
pungkasnya.